“Jika Anda meng-hire saya untuk menangkap
fraudster, ada kemungkinan Anda telah salah orang”, demikian kisah
seorang tokoh audit internal Indonesia menceritakan interview dalam
rekrutmen auditor internal yang pernah dialaminya. Demikianlah
kenyataannya. Banyak pihak mempersepsi aktivitas audit internal adalah
pihak yang paling bertanggung jawab untuk menangkap pelaku kecurangan
(fraud). Padahal, auditor internal tidak lah sama dengan investigator
ataupun fraud examiner.










