IconIconIconIcon


Selasa, 31 Maret 2015

KISAH KETUA KPK KEHILANGAN 7,5 JUTA DEMI HINDARI GRATIFIKASI

Jakarta, CNN Indonesia -- Taufiequrachman Ruki tak bisa sembarangan memenuhi ajakan sahabat atau kolega untuk sekadar makan malam, terutama sejak ia diangkat menjadi pelaksana tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Ruki harus memilah tiap undangan santap malam yang ia terima demi menghindari potensi adanya konflik kepentingan. 

Meski suatu makan malam tergolong aman pun, Ruki tak bisa menerima traktiran dengan leluasan. Ia bercerita ketika suatu hari memenuhi ajakan sejumlah kawannya untuk berkumpul dan makan di sebuah restoran. Ruki bersedia datang dan meluangkan waktunya untuk makan bersama itu karena ingin bergaul dengan teman-temannya. Namun ketika tiba wakunya membayar tagihan, Ruki pasang badan. Dia memilih membayar semua makanan daripada tagihan makannya dibayari orang lain. Walau dengan kawan-kawannya sendiri, Ruki tak ingin terjebak gratifikasi. “Saya memaksa keras untuk membayar semua tagihan. Tapi begitu kartu digesek, ternyata habis Rp 7,5 juta. Besar juga ternyata," ujar Ruki setengah berkelakar. Menurut Ruki, gratifikasi merupakan akar korupsi. Bentuk gratifikasi pun bisa menipu lantaran pejabat kerap tak bisa membedakan antara pemberian hadiah dalam pergaulan dengan gratifikasi. Ketika seseorang menyandang status penyelenggara negara, kata Ruki, pemberian apapun yang berpotensi sebagai bentuk gratifikasi sebaiknya dihindari. Sebab dari hal kecil, pemberian hadiah lama-lama akan membentuk ikatan emosional antara si pemberi dan penerima. (agk)


Postingan Populer

Arsip Blog